UPAYA GURU DALAM
MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI PADA KELAS V SEKOLAH DASAR

Dosen
Pengampu:
Dr.
Ratnawati Susanto, S.Pd, MM, M.Pd,
Disusun oleh:
Pujiarti
- 20191101105
Lukas – 20211101085
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU
SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA 2022
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk Mengupayakan Minat Membaca Siswa Dengan Menggunkan Pembelajaran Berbasis
Literasi pada Siswa Kelas V Sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di
Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya
Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Subjek utama penelitian ini adalah siswa kelas V
Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya
Kecamatan Gambir Jakarta Pusat.
Penelitian ini dilakukan dengan 2 Siklus, siklus I melalui tahap
Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, Refleksi. Pada tahap ke II
Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, Refleksi. Terdapat peningkatan minat baca siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir
dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya Kecamatan Gambir Jakarta Pusat.
Daftar
ISI
1.1 Tugas dan tanggung jawab guru
1.2 Peranan Guru Dalam Pembelajaran
2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi
minat membaca
2.4 Cara membangkitkan minat membaca
1. Jenis dan Desain Penelitian
2. Waktu dan Tempat Penelitian
5. Teknik dan Instrumen Penelitian
BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Pendidikan
menjadikan manusia menjadi berpengetahuan. Kebutuhan akan pendidikan bertujuan untuk
membantu pertumbuhan, perkembangan manusia didalam cara berfikirnya, sehingga
manusia memiliki kecerdasan spiritual, berakhlak mulia, memeiliki kepribadian
yang baik, serta mempunyai ketrampilan. Dalam melaksanakan pendidikan tentu
melibatkan seorang guru sebagai pendidik. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Guru merupakan seseorang yang mempunyai keahlian dalam
mengajar. Guru memiliki kopetensi yang profesional dalam memberikan pelatihan,
pengajaran, bimbingan, dan arahan. Guru yang baik adalah guru yang mampu
mendidik siswanya dalam mengembangkan poteni diri, mampu membangkitkan semangat
belajar dan motivasi untuk belajar. Tentu dalam pendidikan peran guru sangat
penting dalam melaksanakan kegiatan belajar, guru berperan sebagai sumber
belajar, pengelola pembelajaran, fasilitator, motivator, demonstrator,
pembimbing dam penilai. Menurut James B. Barrow dalam Fatmala (2021) yaitu
dapat menguasai pembelajaran dan dapat merencanakan suatu pembelajaran untuk
siswa. Selain sebagai pendidik dan pembimbing, guru juga sebagai pengontrol
siswanya dan mengarahkan siswanya dalam pembelajaran sehingga siswa akan aktif
dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh semangat. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Peran guru didalam kegiatan pembelajaran sangat
menentukan hasil pencapaian yang diinginkan. Guru menentukan strategi
pembelajaran yang disusun secara terstruktur dalam sebuah rencana pembelajaran.
Faktor yang dapat menentukan hasil yang akan dicapai dalam sebuah pembelajaran adalah keberhasilan guru dalam merencanakan,
melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Sehingga rencana pembelajran dapat
berjalan dengan baik dan merangsang siswa untuk mengiikutik kegiatann
pembelajaran dengan baik. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Membaca
merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mencari suatu informasi dalam
teks bacaan. Dalam hal ini, terjadi proses berfikir didalam diri seseorang
untuk mencari tahu tentang makna dari sebuah bacaan. Oleh sebab itu, membaca
bukan hanya melihat huruf, kata-kata, susunan kalimat dan paragraf, serta hanya
sebuah wacana saja, tetapi juga memahami makna yang terkandung atau makna yang disampaikan dalam
bacaaann tersebut. Sehingga membaca juga merupakan kegiatan memahami,
menginterprestasikan lambang atau tanda tulisan yang mempunyai makna tertentu sehingga
pesan yang terkandung dalam bacaan tesebut dapat disampaikan oleh penulis dan
dapat diterima oleh pembaca. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022).
Dalam hal ini, membaca memberikan pengetahuan dan
banyak wawasan baik dari kalangan pendidikan maupun masyarakat pada umumnya.
Membaca adalah kegiatan yang melibatkan aktivitas visual, berfikir,
psikomotorik, dan metakognitif. Secara kompleks, membaca dipengaruhi oleh dua
faktor, yaitu faktor internal atau dalam diri dan faktor eksternal atau dari
luar. Faktor internal seperti minat, rasa ingin tahu, bakat, sikap, dan tujuan
membaca. Sedangangkan faktor eksternal berupa lingkungann, latar belakang
sosial ekonomi, sosial, an tradisi. Untuk mencapai suatu keberhasilan membaca
adalah rasa ingin tahu dalam diri dan minat. Tanpa didasari minat dan rasa
ingin tahu, maka kegiatan membaca kurang efektif dan efesien. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Minat adalah kemauan dari dalam diri terhadap sesuatu
yang dapat diterima dari luar, minat hadir karena rasa ingin.
a.
Minat
hasil pembawaan manusia, tetapi tidak dapat dibentuk atau diusahakan,
dipelajari, dan dikembangkan.
b.
Minat
bisa dihubungkan dengan maksud-maksud tertentu untuk bertindak.
c.
Secara
sempit, minat itu diasosiasikan dengan keadaan sosial seorang dan emosi
seseorang.
d.
Minat
itu biasanya membaca inisiatif dan mengarah kepada kelakuan atau tabiat
manusia.
Minat membaca bisa ditingkatkan melalui motivasi diri,
agar dapat memaknai pentingnya membaca bagi siswa dan semua orang. Karena itu,
membaca bagi siswa dan semua orang akan memberikan pandangan dan bertambahnya
wawasan terhadap pengetahuan dalam diri seseorang yang sebelumnya belum pernah
didapat atau belum pernah dimiliki. Minat membaca dilakukan dengan ketekunan,
kesabaran yang tumbuh dari dalam diri siswa, karena membacca bukanlah hal yang
mudah untuk dilakukan, perlu adanya kebiasaan, latihan disusia dini. Seorang
anak perlu dilatih dan diajarkan untuk membaca, menulis dan berkomunikasi
dengan baik sehingga akan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Tidak adanya minat membaca pada siswa, maka tidak ada
semangat belajar sehingga akan timbul kesulitan dalam membaca. Pada siswa kelas
V sekolah dasar tergolong masih rendah, sehingga perlu dilakukan bimbingan
untuk menumbuhkan minat membaca. Guru mengupayakan agar siswanya memiliki minat
membaca yang baik, agar minat membaca siswa semangkin meningkat sehingga
belajar pun akan menjadi lebih bersemangat dan lebih baik. Pada siswa kelas V
sekolah dasar sebagai kelas tingkat
lanjut seharusnya tidak ada masalah dalam membaca, namun terdapat rendahnya
minat membaca, kesulitan membaca dan memahami bacaan sehingga memberikan
pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Akibatnya siswa belum dapat memahami dan
menjelaskan kembali mater-materi yang diberikan oleh guru selama kegiatan
belajar berlangsung. Hal tersebut terjadi karena kemampuan membaca siswa
tergolong sangat rendah, belum adanya minat membaca dari dalam hati, belum
memaknai pentingnya membaca adalah suatu kebutuhan untuk menjadi masnuia yang
berpengetahuan. Guru selalu berupaya menumbuhkan minat membaca siswa melalui
kegiatan-kegiatan literasi, bahkan dengan menerapkan pembelajaran berbassis
literasi. Tentu dalam pelaksanaannya membuthkan waktu yang cukup untuk
menumbuhkan minat membaca siswa. Secara profesional guru harus berkompeten
dalam membimbing, mengarahkan siswanya, dan memotivasi siswa agar siswa dapat
memaknai pentingnya membaca, sehingga minat membaca siswa menjadi suatu
kebutuhan dalam hal apapun. Guru juga harus kreatif dalam memberikan stimulus
kepada siswa untuk menumbuhkan minat membaca, dengan mengupayakan pembelajaran-pembelajaran
berbasis literasi, guru juga harus bisa menciptkanan suasana belajar yang menyenangkan
agar siswa merasa nyaman dan siswa tidak
lagi merasa bosan ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
2.
Identifikasi
Masalah
Dari paparan
diatas, dapat diidentifikasi permasalahan-permasalah yang ada, antara lain:
a.
Siswa
kurang mampu memahami makna bacaan pada materi yang dipelajari.
b.
Siswa
belum mampu menjelaskan materi yang dipelajari.
c.
Kemampuan
membaca siswa masih kurang.
3. Analysis
Masalah
Pertama, guru memberikan teks bacaaan untuk dibaca. Guru
memberi waktu kepada siswa untuk membaca selama beberapa menit. Kemudian guru
memberikan tugaskepada siswa untuk maju didepan kelas dan membaca teks bacaan
yang telah guru berikan. Siswa maju satu per satu untuk membaca, dan guru
menilai. Selama kegiatan berlangsung, masih ada siswa yang kurang membaca
dengan baik. Siswa masih belum percaya diri dalam membaca, karena belum bisa
membaca dengan baik. Masih ada siswa yang belum bisa menjawab pertanyaan yang
guru berikan yang berkaitan dengan teks bacaan yang guru berikan. (Mardiana, 2012)
4.
Rumusan
Masalah
Dari
analisis masalah diatas, terdapat rumusan-rumusan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana perencanaan pembelajaran berbasis literasi dapat
meningkatkan minat baca siswa?
b. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran literasi dapat
meningkatkan minat baca siswa?
c.
Bagaimana hasil minat baca siswa
dengan menerapkan pembelajaran berbasis literasi.
5.
Tujuan
Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat
membaca siswa melalui pembelajaran berbasi literasi.
6.
Manfaat
Penelitian
Dari penelitian ini, memiliki dua manfaat, yaitu :
Manfaat Teoritis :
a. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Dapat meningkatkan minat baca siswa.
c.
Dapat memberikan masukan kepada
instasi terkait dalam mengambil kebijakan yang dapat menunjang proses
pembelajaran.
Manfaat
Praktis :
a.
Bagi peniliti, menemukan solusi
untuk meningkatkan minat baca siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai sesuai keinginan.
b.
Siswa menjadi giat belajar dan mampu
menguasai materi-materi yang diajarkan oleh pendidik.
c.
Bagi instasi, kepala sekolah dapat
mensosialisasikan kepadda rekan guru sehinggaa terinspirasi untuk menggunakan
pembelajaran berbasis literasi.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
1. PENGERTIAN GURU
Guru
merupakan seseorang yang kerjanya adalah mengajar dan mendidik, tetapi tidak
semua pendidik adalah guru, sebab guru merupakan suatu jabatan profesional yang
memerlukan kopetensi atau persyaratan ketrampilan baik teknis maupun sikap dan
kepribadian tertentu, dan semua itu diperoleh melalui proses pendidikan, proses
belajar mengajar, dan latihan-latihan yang mendukung untuk menncapai kopetensi
tersebut. Menurut Rosetiyah N.K mengatakan bahwa:
“ seorang pendidik
profesional adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap
profesional yang mampu dan setia mengembangkan profesinya menjadi anggota
organisasi profesional pendidikan memegang teguh kode etik profesinya, ikut
serta didalam mengkomunikasikan usaha pengembangan profesi bekerja sama dengan
profesi yang lain”. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Guru adalah
profesi uyang mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan siswa, hal itu dapat
kita pahami bahwa:
a.
Guru
merupakan profesi yang memerlukan keahlian atau kopetensi khusus sebagai
pendidik.
b.
Guru
adalah seorang yang mampu melaksanakann kegiatan pendidikan dalam situasi
pendidikan untuk mencapai tujuan tertrentu didalam pendiddikan, guru juga
seseorang yang jujur, dewasa, sehat secara jasmani dan rohani, terampil,
berwawasan, terbuka dan adil.
c.
Guru
adalah salah satu komponen manusia didalam kegiatan pembelajaran, dalam proses
belajar mengajjar yang berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia
yang potensial dibidang pembangunan.
Guru merupakan sebuah
profesi dalam pekerjaan yang dipandang secara keseluruhan mempunyai kepribadian yang baik, mental yang
tangguh, berepengetahuan dan berwawasan luas, sebab guru merupakan sumber
belajar dan dapat menjadi contoh bagi para siswa dan masyarakat sekitarnya.
Dzakiyh Drajat mengemukakan tentang kepribadian guru bahwa “ setia guru
hendaknya mempunyai kepribadian yang akan dicontoh dan diteladani oeleh anak
didiknya, baik secara sengaja maupun tidak.
Berdasarkan
paparan pendapat diatas, dapat disumpulkan bahwa pengertian guru adalah orang yang mmempunyaii
tanggung jawab terhadap pendidikan para murid baik secara klasikal maupun
induvidual. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
1.1 Tugas dan tanggung jawab guru
Guru adalah
sosok yang dapat membentuk jiwa dan watak dmuridnya. Guru mempunyai kekuasaan
untuk membentuk dan membangun kepribadiaan murid emnajdi seorang yang berguna
bagi sesama, nusa dan bansa. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Guru bertugas untuk mendidik, mempersiapkan
manusia susila yang dapat diharapkan dapat membangun dirinya dan membangun
bangsa dan negara. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas
utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidika
formal, pendidika dasar dan menengah. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Secara umum
tugas seorang guru adalah mendidik,
dalam oprasionalisasi mendidik adalah rangkaiaan proses mengajar, memberikaan
dorongan, memuji, menghukum, membentuk contoh dan membiasakan, serta mengelola
pengajaran secara lebih efektif, dinamis, efesien, dan positif yang ditandai
dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pengajaran,
guru sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta pembimbing. Sedangkan murid
sebagai seseorang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan
diri dalam pengajaran. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Berdasarkan
paparan pendapat diatas, bahwa guru adalah seseorang yang mempunyai peranan
sangat penting didalam kehidupan manusia, guru mempunyai tugas dan tanggung
jawab yanng sangat berat, terutama dalam
membangun opengmbangan potensi manusia (murid). Nana Sudjana mengutarakan bahwa
“Guru adalah ujung tombak pendidikan, sebab guru secara langsung berupaya
mempengaruhi, dan mengembangkan kemampuan siswa menjadi manusia yang cerdas,
terampil, dan bermoral tinggi. Sebagai mana ujung tombak gurru ditruntut
memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik dan pengajar”. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Selain pekerjaan guru secara
umum, secara khusus guru mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :
a.
Sebagai
pengajar
Tugas
khusus seorang guru dalam mengajar (intruksional), guru merencanakan program
pengajaran, melaksanakan program yang telah disusun dan melaksanakan penilaiak
setelah program itu dilaksanakan. Tugas tersebut tersusun dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang digunakan dalam kegiatan pembelajarann
setiap pertemuan didalam kelas.
b.
Sebagai
pendidik
Tugas
khusus seorang guru sebagai pendidik (Edukator) adalah bertugas mengarahkan
murid atau siswanya pada tingkat kedewasaan yanng berkepribadian sempurna.
c.
Sebagai
pemimpin
Tugas
khusus seorang guru sebagai pemimpin adalah mempimpin dan mengendalikan diri
sendiri, peserta didik, dan masyarakat terkait, menyangkut upaya pengarahan,
pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program-program
yang dilakukan dan akan dilaksanakan. (Mardiana, 2012)
1.2 Peranan Guru Dalam Pembelajaran
Guru
mempunyai peranan penting didalam pendidikan. Peranan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
merupakan peranan yang sangat penting, hal tersebut adalah salah satu indikasi
keberhasilan tugas seorang guru jika mampu membimbing siswa mencapai prestasi
belajarnya dengan sebaik mungkin. Guru mempunyai kemampuan yang profesional
dalam mengatur kondisi dalam kelas, baik dalam mengajar mauun maupun
mengarahkan siswanya. Kemampuan profesional mewujudkan bagaimana kemampuan guru
dalam berinteraksi di kelas, bagaimana cara guru berkomunikasi dalam pembelajaran,
cara guru dalam melakukan strategi pembelajaran dan termasuk adalah bagaimana
menggunakan keimluannya dengan integrasi kemampuan konten pengetahuan,
kemampuan teknologikal dan kemampuan pedagogikal sebagai profesionalitas guru
Berkaitan dengan
meningkatkan prestasi belajar siswanya, guru dituntut mempunyai kemampuan
khusus antara lain adalah :
a.
Mengembangkan
kepribadianl
b.
Menguasai
landasan pendidikan.
c.
Menguasai
bahan pendiddikan.
d.
Mampu
menyusun program pengajaran yang baik.
e.
Melaksanakan
program pengajaran.
f.
Menilai
hasil proses belajar mengajar yang dilaksanakan.
g.
Mamppu
menyelenggarakan program bimbingan.
Kemampuan
diatas sangat diperlukan oleh guru
sebagai peranannya didalam pengajaran yang dituntut untuk mencapai
keberhasilan belajar atau tujuan tertentu didalam pendidikan. Didalam
pelaksanaannya pun, seorang guru berperan meningkatkan hasil belajar siswa dan
meningkatkan prestasi belajar dan mampu memberikan materi kepada siswanya
dengan baik sebaik-baiknya, sehingga siswa mampu belajar secara ekfektif dan
efesien. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Perkembangan
baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk
meningkatkan peranan dan kopetensinya, karena pada dasarnya proses belajar
mengajar dan hasil belajar peserta didik
sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kopetensi guru. Guru yang kompeten
akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih
mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar peserta didik berada tingkat
optimal.
Beberapa peranan yang
dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut:
a.
Guru
sebagai oragisator
Guru berperan
untuk menciptakan proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik
secaara formal maupun secaara moral.
b.
Guru
sebagai demontrator
Guru
sebagai demontrator atau pengajar, guru henndaknya senantiasa menguasai bahan
atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan
meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.
Selain
peranann yanng dianggap paling dominan, guru juga melakukan peranannnya dalam
interaksi belajar mengajar, antara lain :
a.
Sebagai
fasilitator
fasilitator artinya guru menyediakan situasi dan
konddisi yang dibutuhkan oleh muridnya.
b.
Sebagai
pembimbing
Guru memmberikan bimbingan kepada siswa adalam
interaksi belajar agar siswa mampu belajar dengan baik, lancar dan berhasil
mencapai tujuan pembelajaran yang akkann dicapai.
c.
Sebagai
sumber belajar
Guru memberikan informasi yang dibutuhkan siswa baik
pengetahuan, keterampilan maupun sikap.
Pelaksanaannya, peranan guru didalam interaksi belajar mengajar harus
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya yaitu sebagai organisator, demonstrator,
fasilitator, pembimbing, motivator serta penyedia sumber belajar yang
diharapkan agar siswa dapat merasakan pembelajaran yang efektif dan efesien,
dan setelah mengikuti proses belajar siswa mendapatkan hasil sebaik mungkin
yang ditunjukan dalam bentuk prestasi belajar yang diraih sebaik-baiknya. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
Agar
suasana belajar terlaksana dengan baik, efektif dan efesien, maka ada
komponen-komponen untuk menapai pembelajaran yang efektif dan efesien, seperti
yang disampaikan oleh Daryanto, bahwa:
a.
Adanya
tujuan pembelajaran.
b.
Adanaya
bahan dan materi pembelajaran sebagai isi interakdi.
c.
Adanya
metodologi sebagai alat untuk menumbuhkan proses interaksi.
d.
Adanya
alat-alat bantu dan perlengkapan sebagai alat bantu proses interaksi (media
pembelajaran).
e.
Adanya
penilaian sebagai barometer untuk mengukur proses interaksi tersebut mencapai
hasil belajar yang baik atau tidak.
Kelima komponen tersbut
harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan tujuan mencapai pembelajarann
yang efektif agar pembelajaran benar-benar terencana secara matang dan dapat diterapkan
dengan baik-baiknya dalam selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
2. MINAT MEMBACA
2.1 Pengertian Minat Membaca
Minat
membaca merupakan aktifitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran, ketekunan,
dan kemauan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk
menemukan maksan tulisan dan menemukan informasi-informasi untuk mengembangkan
intelektualistas yang dilakukan dengan penuh perasaan senang yang timbul dari
dalam diri sendiri.
Menurut
paparan diatas minat dapat diatikan sebagai ketertarikan untuk membaca terhadap
sesuatu hal dengan menaruh perhatian pada suatu pembelajaran tertentu dan
disertai hasrat untuk mengetahu, mempelajari, dan membuktikannya melalui
partisipasi aktif juga keinginan besar untuk membaca. Mekamuann dalam diri,
serta keinginan yang tinggi untuk membaca dan didorong kesadaran serta motivasi
dengan penuh kesadaran akan pentingnya membaca sangat diperlukan demi
tercapainya tujuan dan hasil yang diinginkan olpembaca. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
2.2 Aspek-aspek Minat Membaca
Minat
membaca tentu bukan hanya sekedar kemauan untuk membaca, tetapi juga memiliki
aspek-aspek yang mendukung untuk melakukannya, aspek-aspek tersebut menurut
Hariss dan Sippa dalam
a)
Aspek
kesadaran akan manfaat membaca yaitu seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui,
dan memahami manfaat membaca.
b)
Aspek
perhatian terhadap membaca yaitu seberapa perhaatian dan ketertarikan subyek
dalam membaca.
c)
Aspek
rasa yaitu seberapa senang subyek terhadap kegiatan membaca
d)
Aspek
frekuensi membacca buku yaitu seberapa sering subyek membaca buku.
Menurut
a)
Kesadaran
akan manfaat membaca
b)
Frekuensi
membaca
c)
Kesenangan
membaca
Berdasar
paparan diatas, terdiri dari empat aspek membacca yaitu kesadaaran akan
manfaaat membaca, perhatian terhadap membaca, rasa senang terhadap membaca, dan
frekuensi membaca yaiitu berapa lama sering membaca buku. Sebagai instrumen
penelitian, aspek-aspek membaca ini sangat cocok dalam menggali informasi
tentang minat membaca siswa kelas V Sekolah Dasarr. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca
Minat membaca siswa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari diri
sendiri maupun faktor daari luar. Faktor daari dalam diri sendiri seperti
kemauan, motivasi, dan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang mempengaruhi minat
dalam melaksanakan sesuatu, sedangkan faktor daari luar adalah lingkungan,
sosial, dan ekonomi. Menurut
Berdasarkan
penda[pat diatas mengenai faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa, maka
dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa adalah
faktor dari diri sendiri(Internal)
dan faktor dari luar (Eksternal). (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
2.4 Cara membangkitkan minat membaca
Seorang guru sebagai pendidik tentu mempunyai pengaruh
terhadap muridnya, pengaruh tersebut berupa hasil belajar yang diikuti siswa
selama mngikuti proses pembelajaran. Didalam meningkatkan minat membaca siswa
tentu seorang guru harus mempunyai kekmampuan dalam menyusun strategi, cara
untuk membangkitkan minat siswa untuk membaca.
Uoaya tersebut bisa dilakukan denganberbagai cara salah satunya adalah
literaui.
a)
Membcakan
buku sejak lahir.
b)
Dorong
anak untuk bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacnya.
c)
Ajak
anak ke toko buku/perpustakaan.
d)
Beli
buku yang menarik minat anak.
e)
Sisihkan
unag untuk membeli buku.
f)
Tukar
buku dengan teman.
g)
Hilangkan
penghabat seperti televisi dan playstation.
h)
Beri
hadiah (Reward) yang memperbesar
semangat membaca.
i)
Memiliki
kesadaran dan minat yang tingg terhadap membaca. Dan,
j)
Menyediakan
waktu untuk membaca.
Dalam membangkitkan minat membaca siswa, tentu seorang
gguru haarus memberikan stimulus atau ransangan kepadda siswa agar mempunyai
respon atau tanggapan yang baik dari siswa. Upaya meningkatkan minat membaca
siswa bisa dilakukan dengan pembelajaran-pembelajaran berbasis literasi, dengan
demikian besar kemungkinan siswa akan terbiasa membaca karena pembelajaran yang
menuntut siswa harus membaca. Tentu hal ini juga guru harus mempunyai kemampuan
yang kreatif didalam menciptakan suasana belajara yang meenyenangkan, sehingga
siswa tidak mearas bosan denganpembelajaran yang berbasis literasi. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian
ini meripakan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam penelitian tendakan kelass
ini menggunakan metode kaloboratif dimana dalam penggunaan metode ini
melibatkan keseluruhan baik gur , siswa, dan peneliti. Penelitian tindakan kelas
merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru kelas dengan menggunakan
perencanaan, pelaksanaan, dan merefleksi. Desain yang digunakan dalam
peneletian ini mengacu pada rancangan Kemmis dan Taggart dimana penelitian itu
terdapat 4 siklus yaitu (1) perencanaan (2) tindakan (3) pengamatan (4)
refleksi. Dalam keempat tahap tersebut merupakan suatu siklus atau peraturan.
Pada Gambar 1.3

Gambar 3.1 Proses teliti Perlakuan Gaya Temmis dan
Taggart Sumber, Kemmis, S. and Taggart, R. 1988
2.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian
ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln.
Komplek Cilamaya Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Subjek utama penelitian ini
adalah siswa kelas V madrasah ibtidaiyah muhajirin sebanyak 18 siswa tersebut
diperoleh dari siswa Kelas V dilakukan adalah membuat data dari guru kelas, dan
petugas perpustakaan untuk keakuratan. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
3. Subjek Penelitian
Penelitian
ini dilakukan pada siswa kelas V di Sekolah dasar Negeri 09 Cideng guna untuk
mengetahuo minat membaca siswa kelas V. setelah mengetahui maka peneliti
melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan minat membacaa siswa
kelas V tersebut. Selain kelas V maka dapat pula digunakan pada kelas-kelas
yang lain agar dapat meningkatkan minat baca siswa dan lebih memahami ilmu yang
sudah siberikan atau diajarkan oelh guru kelas, maupun menambah infrmasi ilmu
lain dari beberaoaa sumber yang peneliti lakukan untuk terfokuskan pada siswa
kelas V SD. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
4. Jenis Tindakan
Pada penelitiaan
ini melakukan proses penelitian yaitu siklus pertama dan siklus kedua.
Masing-masing siklus memiliki tahapan masing-masing meliputi perencanaan,
pelaksanaan tindakan, refleksi tindakan.
4.1 Tahap penelitian
a.
Perencanaan
tindakan.
b.
Perencanaan
bagaimana pembelajaran akan dilakukan.
c.
Menyiapkan
pembelajaran.
d.
Pelaksanaan
tindakan.
e.
Observasi.
f.
Pelenturan
4.2 Siklus Pertama
Kegiatan siklus
pertama merupakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pembelajaran.
a.
Perencanaan
a)
Mebuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
b)
Merencanakan
sarana yang ada diluar kelas.
c)
Menyiapkan
beberapa pertanyaan.
b.
Pengimplemetasian
Tindakan
a)
Guru
membuka kegiatan belajar.
b)
Guru
memberikan beberapa pandangan dan pengetahuan tentang pembelajaran
c)
Guru
menyampaikan tujuan pembellajaran.
d)
Guru
memberikan materi sedikit mengenai membaca serta memberikan waktu 5 menit
kepadda siswa untuk membaca.
e)
Guru
melakukan kegiatan dan mengajak siswa untuk membaca diluar kelas.
f)
Siswa
diminta untuk melakuka kegiaatan membaca.
g)
Guru
melakuka apresiasi.
h)
Guru
menutup pembelajaran
c.
Observasi
Kegiatan
observasi inni merupakan kegiatan mengamati belajar membaca siswa. Penelitian
ini menggunakan metode Uoting Class yaitu
belajar diluar kelas. Kegiatan ini dilakukan peneliti selama kegiatan
pembelajaran berlangsung.
d.
Refleksi
a)
Kaji
pra siklus.
b)
Evaluasi
belajar yang dilaksanalan dalam pra siklus.
c)
Kaji
masalah yang ada pada pra siklus.
d)
Rencanakan
tindakan lanjut pra siklus
4.3 Siklus Kedua
a.
Perencanaan
a)
Mebuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
b)
Mempersiapkan
sumber belajar yang ada.
c)
Menyiapkan
lembar observasi atau tabel wawancara.
d)
Menyiapkan
lembar evaluasi.
b.
Pelaksanaan
tindakan
a)
Siswa
menempati tempat duduk yang sudah disediakan.
b)
Guru
membuka kegiatan belajar.
c)
Guru
memberikan penjelasan tentang ilmu yang diperoleh dengan membaca.
d)
Guru
memberikan penjelasa tentang bagaimana pentingnya dalam minat membaca untuk
menambah pengetahuan.
e)
Guru
meminta siswa untuk membaca gunna untuk mengobservasi kegiatan siswa.
f)
Guru
meminta siswa untuk membacca diluar kelas.
g)
Guru
meminta siswa untuk belajar membaca dengan mengijinkan siswa untuk membasa
satu-satu.
h)
Guru
meminta sisa untuk masuk kelas serta guru memintas siswa untuk rajin membaca
dengan menggunakan kegiatan yang ada di lingkungan rumah maupun tempat berada.
i)
Evaluasi
pembelajaran.
j)
Penutupan.
c.
Observasi
Melakukasn
kegiatan pengamatan terhadap siswa dengan melakukan pengamatan ketikas siswa
belajar di dalam kelas. Observasi adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan
oleh seorang peneliti atau lainnya.
d.
Refleksi
a)
Kaji
Pra Siklus.
b)
Evaluasi
proses belajar siklus kesatu..
c)
Buat
daftar masalah pada pelaksanaan.
d)
Kesimpulan
dari hasil pembelajaran.
5. Teknik dan Instrumen Penelitian
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah :
a.
Observasi
Observasi
adalah proses pengamatan oleh seorang peneliti atau pengamat. Dalam hal ini
seorang pengamat adalah seseorang yang melakukan penelitian yang dilakukan guna
untuk mengetahui beberapa informasu maupun kegiatan yang ingin diketahuo oleh
peneliti. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu,
2022)
6.
Intrumen penelitian
Alat penelitian
adalah instrumen yang berguna bagi peleiti pada pengumpulan data untuk dapat
mempermudah dalam melakukan penelitian, sehingga hasil yang didapatkan lebih
mudah, teliti, dan lebih sistematis. Insturmen penelitian yang digunakan pada
saat observasi pada acuan tindakan pembelajaran berbasis litersi dengan model pembelajaran
outing class yang dilaksanakan yaitu
:
|
No |
Instrumen |
Catatan |
|
1 |
Bagaimana sarana prasarana sekolah yang digunakan sebagai penunjang
peningkatan minat membaca siswa? |
|
|
2 |
Apakah sekolah melaksanakan kegiatan peningkatan minat membaca dengan
pembelajaran berbasis literasi? |
|
|
3 |
Bagaimana cara sekolah menerapkan literasi dalam pembelajaran? |
|
|
4 |
Bagaimana cara sekolah dalam menggunakan media pembelajaran yang ada? |
|
|
5 |
Bagaimana peingkatanj yang terjaddi kepada sekolah jika menerapkan
literasi dalam pembelajaran. |
|
Tabel Instrumen Penilaian Sekolah
|
No |
Instrumen |
Catatan |
|
1 |
Apakah
media yang digunakan guru dalam meningkatkan minat membaca siswa? |
|
|
2 |
Apakah
guru membudayakan membaca sebelum pelajaran dimulai? |
|
|
3 |
Apakah
guru menggunakan sarana prasarana sekolah untuk menunjang minat baca siswa? |
|
|
4 |
Bagaimana
peningkatan yang dilakukan siswa di sekolah selama pembelajaran? |
|
|
5 |
Penggunaan
sumber belajar apakah yang terdapat di dalam kelas atau di luar kelas ? |
|
Tabel Instrumen Penilaian Guru
|
No |
Instrumen |
Catatan |
|
1 |
Bagaimana
kemampuan membacca sisa? |
|
|
2 |
Metode
atau model apa yang digunakan guru dalam peningkatan minat membaca siswa? |
|
|
3 |
Apakah
dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis literasi dapat meningkatkan
kemampuan membaca siswa? |
|
|
4 |
Bagaimana
peningkatan membaca siswa di sekolah selama kegiatan belajar mengajar, apakah
meningkat dengan pembelajaran yang telah dilakukan? |
|
|
5 |
Apakah
siswa menerapkan peningkatan minat yang diminta oleh guru? |
|
Tabel Intrumen Penilaian Siswa
(Mardiana, 2012)(Keguruan & Ilmu, 2022)
Daftar Pustaka
References
Arendra, S. S. (2016). HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI
BERPRESTASI DENGAN MINAT MEMBACA. HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI
DENGAN MINAT MEMBACA, 4.
HASIBUAN, S. (2021). UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN
MINAT BACA SISWA. UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA,
PADANG LAWAS.
Mansyur, U. (2019). Upaya Meningkatkan Minat
Membaca. Upaya Meningkatkan Minat Membaca., 87.
Nurtika, L. (Strategi Meningkatkan Minat Baca Pada
Masa Pandemi). Strategi Meningkatkan Minat Baca Pada Masa Pandemi.
Book Google.
S. Anjani, N. D. (2019). PENGARUH IMPLEMENTASI
GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP MINAT BACA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN
SISWA KELAS V SD GUGUS II KUTA UTARA. PENGARUH IMPLEMENTASI GERAKAN
LITERASI SEKOLAH TERHADAP MINAT BACA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA
KELAS V SD GUGUS II KUTA UTARA, 75.
Susanto, R. (2021). PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESI
GURU TERHADAP PENINGKATAN. PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESI GURU TERHADAP
PENINGKATAN, 378.
Wijayanti, L. (2021). IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN
LITERASI SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III DI SDN 10
POHGADING. IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN
MINAT MEMBACA SISWA KELAS III DI SDN 10 POHGADING, 28.
Yusuf, A. M. (2021). HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA
TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN
ULAWENG KABUTPATEN BONE. HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA TERHADAP KEMAMPUAN
MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN ULAWENG KABUTPATEN BONE.
Keguruan, F., & Ilmu, D. A. N. (2022). UPAYA GURU
DALAM MENINGKATKAN BERBASIS LITERASI PADA KELAS V UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2022.
Mardiana, N. (2012). Upaya Guru
Dalam Meningkatkan. In Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa
(Vol. 1, Issue 1, pp. 1–88).
Maharani, Annisa Kintan, et al.
"PERKEMBANGAN GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK DI SDN VI KUALA
TUNGKAL." Seminar Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin 3
(SNIPMD 3). ISBN: 978-623-6566-35-0. Vol. 3. 2020.
Maharani, A.
K., Sumarni, S., Marbun, H. C. P., Sugiharta, R., & Annisa, A. (2020).
PERKEMBANGAN GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK DI SDN VI KUALA TUNGKAL. In Seminar
Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin 3 (SNIPMD 3). ISBN:
978-623-6566-35-0 (Vol. 3).
MAHARANI,
Annisa Kintan, et al. PERKEMBANGAN GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK DI SDN VI KUALA
TUNGKAL. In: Seminar Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin 3
(SNIPMD 3). ISBN: 978-623-6566-35-0. 2020.
Susanto,
Ratnawati, et al. "Gerakan Literasi Pedagogik Bagi Guru Untuk Peningkatan
Mutu Pembelajaran Di Sdn Duri Kepa 17 Pagi Dan Sdn Jelambar Baru 01
Pagi." vol 5 (2018): 40.
Susanto, R.,
Febrianti, N., Husna, N. I., Putri, A. A., Umri, C. A., Ramadhanti, D., &
Dwiyanti, K. (2018). Gerakan Literasi Pedagogik Bagi Guru Untuk Peningkatan
Mutu Pembelajaran Di Sdn Duri Kepa 17 Pagi Dan Sdn Jelambar Baru 01 Pagi. vol, 5,
40.
SUSANTO, Ratnawati,
et al. Gerakan Literasi Pedagogik Bagi Guru Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran
Di Sdn Duri Kepa 17 Pagi Dan Sdn Jelambar Baru 01 Pagi. vol, 2018,
5: 40.