Tuesday, May 24, 2022

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAAN BERBASIS LITERASI PADA KELAS V SEKOLAH DASAR

 

 

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI PADA KELAS V SEKOLAH DASAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Dosen Pengampu:

Dr. Ratnawati Susanto, S.Pd, MM, M.Pd,

 

Disusun oleh:

Pujiarti - 20191101105

Lukas – 20211101085

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

JAKARTA 2022

 


Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk Mengupayakan Minat Membaca Siswa    Dengan Menggunkan Pembelajaran Berbasis Literasi pada  Siswa Kelas V  Sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Subjek utama penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya Kecamatan Gambir Jakarta Pusat.  Penelitian ini dilakukan dengan 2 Siklus, siklus I melalui tahap Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, Refleksi. Pada tahap ke II Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi, Refleksi. Terdapat  peningkatan minat baca siswa kelas V  Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya Kecamatan Gambir Jakarta Pusat.


Daftar ISI

Abstrak. 2

BAB 1. 4

PENDAHULUAN.. 4

1.      Latar Belakang Masalah. 4

2.      Identifikasi Masalah. 7

3.      Analyses Masalah. 7

4.      Rumusan Masalah. 7

5.      Tujuan Penelitian. 7

6.      Manfaat Penelitian. 8

BAB II. 9

TINJAUAN PUSTAKA.. 9

1.      PENGERTIAN GURU.. 9

1.1        Tugas dan tanggung jawab guru. 10

1.2        Peranan Guru Dalam Pembelajaran. 11

2.      MINAT MEMBACA.. 13

2.1 Pengertian Minat Membaca. 13

2.2 Aspek-aspek Minat Membaca. 14

2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca. 15

2.4 Cara membangkitkan minat membaca. 15

BAB III. 17

METODOLOGI PENELITIAN.. 17

1.      Jenis dan Desain Penelitian. 17

2.      Waktu dan Tempat Penelitian. 18

3.      Subjek Penelitian. 18

4.      Jenis Tindakan. 18

4.1 Tahap penelitian. 18

4.2 Siklus Pertama. 18

4.3 Siklus Kedua. 19

5.      Teknik dan Instrumen Penelitian. 20

6.      Intrumen penelitian. 21

Daftar Pustaka. 23

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Pendidikan menjadikan manusia menjadi berpengetahuan. Kebutuhan akan pendidikan bertujuan untuk membantu pertumbuhan, perkembangan manusia didalam cara berfikirnya, sehingga manusia memiliki kecerdasan spiritual, berakhlak mulia, memeiliki kepribadian yang baik, serta mempunyai ketrampilan. Dalam melaksanakan pendidikan tentu melibatkan seorang guru sebagai pendidik. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Guru merupakan seseorang yang mempunyai keahlian dalam mengajar. Guru memiliki kopetensi yang profesional dalam memberikan pelatihan, pengajaran, bimbingan, dan arahan. Guru yang baik adalah guru yang mampu mendidik siswanya dalam mengembangkan poteni diri, mampu membangkitkan semangat belajar dan motivasi untuk belajar. Tentu dalam pendidikan peran guru sangat penting dalam melaksanakan kegiatan belajar, guru berperan sebagai sumber belajar, pengelola pembelajaran, fasilitator, motivator, demonstrator, pembimbing dam penilai. Menurut James B. Barrow dalam Fatmala (2021) yaitu dapat menguasai pembelajaran dan dapat merencanakan suatu pembelajaran untuk siswa. Selain sebagai pendidik dan pembimbing, guru juga sebagai pengontrol siswanya dan mengarahkan siswanya dalam pembelajaran sehingga siswa akan aktif dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh semangat. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Peran guru didalam kegiatan pembelajaran sangat menentukan hasil pencapaian yang diinginkan. Guru menentukan strategi pembelajaran yang disusun secara terstruktur dalam sebuah rencana pembelajaran. Faktor yang dapat menentukan hasil yang akan dicapai dalam sebuah pembelajaran  adalah keberhasilan guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Sehingga rencana pembelajran dapat berjalan dengan baik dan merangsang siswa untuk mengiikutik kegiatann pembelajaran dengan baik. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Membaca merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mencari suatu informasi dalam teks bacaan. Dalam hal ini, terjadi proses berfikir didalam diri seseorang untuk mencari tahu tentang makna dari sebuah bacaan. Oleh sebab itu, membaca bukan hanya melihat huruf, kata-kata, susunan kalimat dan paragraf, serta hanya sebuah wacana saja, tetapi juga memahami makna yang  terkandung atau makna yang disampaikan dalam bacaaann tersebut. Sehingga membaca juga merupakan kegiatan memahami, menginterprestasikan lambang atau tanda tulisan yang mempunyai makna tertentu sehingga pesan yang terkandung dalam bacaan tesebut dapat disampaikan oleh penulis dan dapat diterima oleh pembaca. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022).

Dalam hal ini, membaca memberikan pengetahuan dan banyak wawasan baik dari kalangan pendidikan maupun masyarakat pada umumnya. Membaca adalah kegiatan yang melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikomotorik, dan metakognitif. Secara kompleks, membaca dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal atau dalam diri dan faktor eksternal atau dari luar. Faktor internal seperti minat, rasa ingin tahu, bakat, sikap, dan tujuan membaca. Sedangangkan faktor eksternal berupa lingkungann, latar belakang sosial ekonomi, sosial, an tradisi. Untuk mencapai suatu keberhasilan membaca adalah rasa ingin tahu dalam diri dan minat. Tanpa didasari minat dan rasa ingin tahu, maka kegiatan membaca kurang efektif dan efesien. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Minat adalah kemauan dari dalam diri terhadap sesuatu yang dapat diterima dari luar, minat hadir karena rasa ingin. (HASIBUAN, 2021) “minat yaitu pondasi bagi bentuknya lifelong learner (pembelajaran sepanjang sayat, jika kita menumbuhkan minat baca anak, sebenarnya kita sudah meletakan fondasi untuk menolong anak kita menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) karena buku merupakan jendela dunia yang didalamnya yang membawa kita maupun anak-anak kemana saja.” Minat adalah rasa ketertarikan terhadap sesuatu hal, terdapat hubungan antara diri sendiri dengan seuatu dari luar, semakin kuat minat dari dalam diri maka semakin kuat pula hubungan diri sendiri dengan sesuatu dari luar, semakin besar keniatan dari dalam diri seseorang. Marksheffel menjelaskan bahwa minat adalah :

a.    Minat hasil pembawaan manusia, tetapi tidak dapat dibentuk atau diusahakan, dipelajari, dan dikembangkan.

b.    Minat bisa dihubungkan dengan maksud-maksud tertentu untuk bertindak.

c.    Secara sempit, minat itu diasosiasikan dengan keadaan sosial seorang dan emosi seseorang.

d.   Minat itu biasanya membaca inisiatif dan mengarah kepada kelakuan atau tabiat manusia.

Minat membaca bisa ditingkatkan melalui motivasi diri, agar dapat memaknai pentingnya membaca bagi siswa dan semua orang. Karena itu, membaca bagi siswa dan semua orang akan memberikan pandangan dan bertambahnya wawasan terhadap pengetahuan dalam diri seseorang yang sebelumnya belum pernah didapat atau belum pernah dimiliki. Minat membaca dilakukan dengan ketekunan, kesabaran yang tumbuh dari dalam diri siswa, karena membacca bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, perlu adanya kebiasaan, latihan disusia dini. Seorang anak perlu dilatih dan diajarkan untuk membaca, menulis dan berkomunikasi dengan baik sehingga akan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Tidak adanya minat membaca pada siswa, maka tidak ada semangat belajar sehingga akan timbul kesulitan dalam membaca. Pada siswa kelas V sekolah dasar tergolong masih rendah, sehingga perlu dilakukan bimbingan untuk menumbuhkan minat membaca. Guru mengupayakan agar siswanya memiliki minat membaca yang baik, agar minat membaca siswa semangkin meningkat sehingga belajar pun akan menjadi lebih bersemangat dan lebih baik. Pada siswa kelas V sekolah  dasar sebagai kelas tingkat lanjut seharusnya tidak ada masalah dalam membaca, namun terdapat rendahnya minat membaca, kesulitan membaca dan memahami bacaan sehingga memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Akibatnya siswa belum dapat memahami dan menjelaskan kembali mater-materi yang diberikan oleh guru selama kegiatan belajar berlangsung. Hal tersebut terjadi karena kemampuan membaca siswa tergolong sangat rendah, belum adanya minat membaca dari dalam hati, belum memaknai pentingnya membaca adalah suatu kebutuhan untuk menjadi masnuia yang berpengetahuan. Guru selalu berupaya menumbuhkan minat membaca siswa melalui kegiatan-kegiatan literasi, bahkan dengan menerapkan pembelajaran berbassis literasi. Tentu dalam pelaksanaannya membuthkan waktu yang cukup untuk menumbuhkan minat membaca siswa. Secara profesional guru harus berkompeten dalam membimbing, mengarahkan siswanya, dan memotivasi siswa agar siswa dapat memaknai pentingnya membaca, sehingga minat membaca siswa menjadi suatu kebutuhan dalam hal apapun. Guru juga harus kreatif dalam memberikan stimulus kepada siswa untuk menumbuhkan minat membaca, dengan mengupayakan pembelajaran-pembelajaran berbasis literasi, guru juga harus bisa menciptkanan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman dan  siswa tidak lagi merasa bosan ketika mengikuti kegiatan pembelajaran. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

 

2.      Identifikasi Masalah

Dari paparan diatas, dapat diidentifikasi permasalahan-permasalah yang ada, antara lain:

a.       Siswa kurang mampu memahami makna bacaan pada materi yang dipelajari.

b.      Siswa belum mampu menjelaskan materi yang dipelajari.

c.       Kemampuan membaca siswa masih kurang.

3.      Analysis Masalah

Pertama, guru memberikan teks bacaaan untuk dibaca. Guru memberi waktu kepada siswa untuk membaca selama beberapa menit. Kemudian guru memberikan tugaskepada siswa untuk maju didepan kelas dan membaca teks bacaan yang telah guru berikan. Siswa maju satu per satu untuk membaca, dan guru menilai. Selama kegiatan berlangsung, masih ada siswa yang kurang membaca dengan baik. Siswa masih belum percaya diri dalam membaca, karena belum bisa membaca dengan baik. Masih ada siswa yang belum bisa menjawab pertanyaan yang guru berikan yang berkaitan dengan teks bacaan yang guru berikan. (Mardiana, 2012)

4.      Rumusan Masalah

Dari analisis masalah diatas, terdapat rumusan-rumusan masalah sebagai berikut :

a.    Bagaimana perencanaan pembelajaran berbasis literasi dapat meningkatkan minat baca siswa?

b.    Bagaimana pelaksanaan pembelajaran literasi dapat meningkatkan minat baca siswa?

c.    Bagaimana hasil minat baca siswa dengan menerapkan pembelajaran berbasis literasi.

5.      Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca siswa melalui pembelajaran berbasi literasi.

 

 

 

 

6.      Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini, memiliki dua manfaat, yaitu :

Manfaat Teoritis :

a.       Dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

b.      Dapat meningkatkan minat baca siswa.

c.       Dapat memberikan masukan kepada instasi terkait dalam mengambil kebijakan yang dapat menunjang proses pembelajaran.

Manfaat Praktis :

a.       Bagi peniliti, menemukan solusi untuk meningkatkan minat baca siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai keinginan.

b.       Siswa menjadi giat belajar dan mampu menguasai materi-materi yang diajarkan oleh pendidik.

c.       Bagi instasi, kepala sekolah dapat mensosialisasikan kepadda rekan guru sehinggaa terinspirasi untuk menggunakan pembelajaran berbasis literasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1.      PENGERTIAN GURU

Guru merupakan seseorang yang kerjanya adalah mengajar dan mendidik, tetapi tidak semua pendidik adalah guru, sebab guru merupakan suatu jabatan profesional yang memerlukan kopetensi atau persyaratan ketrampilan baik teknis maupun sikap dan kepribadian tertentu, dan semua itu diperoleh melalui proses pendidikan, proses belajar mengajar, dan latihan-latihan yang mendukung untuk menncapai kopetensi tersebut. Menurut Rosetiyah N.K mengatakan bahwa:

“ seorang pendidik profesional adalah seseorang yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap profesional yang mampu dan setia mengembangkan profesinya menjadi anggota organisasi profesional pendidikan memegang teguh kode etik profesinya, ikut serta didalam mengkomunikasikan usaha pengembangan profesi bekerja sama dengan profesi yang lain”. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Guru adalah profesi uyang mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan siswa, hal itu dapat kita pahami bahwa:

a.       Guru merupakan profesi yang memerlukan keahlian atau kopetensi khusus sebagai pendidik.

b.      Guru adalah seorang yang mampu melaksanakann kegiatan pendidikan dalam situasi pendidikan untuk mencapai tujuan tertrentu didalam pendiddikan, guru juga seseorang yang jujur, dewasa, sehat secara jasmani dan rohani, terampil, berwawasan, terbuka dan adil.

c.       Guru adalah salah satu komponen manusia didalam kegiatan pembelajaran, dalam proses belajar mengajjar yang berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan.

Guru merupakan sebuah profesi dalam pekerjaan yang dipandang secara keseluruhan  mempunyai kepribadian yang baik, mental yang tangguh, berepengetahuan dan berwawasan luas, sebab guru merupakan sumber belajar dan dapat menjadi contoh bagi para siswa dan masyarakat sekitarnya. Dzakiyh Drajat mengemukakan tentang kepribadian guru bahwa “ setia guru hendaknya mempunyai kepribadian yang akan dicontoh dan diteladani oeleh anak didiknya, baik secara sengaja maupun tidak.

Berdasarkan paparan pendapat diatas, dapat disumpulkan bahwa  pengertian guru adalah orang yang mmempunyaii tanggung jawab terhadap pendidikan para murid baik secara klasikal maupun induvidual. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

1.1  Tugas dan tanggung jawab guru

Guru adalah sosok yang dapat membentuk jiwa dan watak dmuridnya. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadiaan murid emnajdi seorang yang berguna bagi sesama, nusa dan bansa. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Guru  bertugas untuk mendidik, mempersiapkan manusia susila yang dapat diharapkan dapat membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan bahwa  guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi  peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidika  formal, pendidika dasar dan menengah. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Secara umum tugas seorang guru  adalah mendidik, dalam oprasionalisasi mendidik adalah rangkaiaan proses mengajar, memberikaan dorongan, memuji, menghukum, membentuk contoh dan membiasakan, serta mengelola pengajaran secara lebih efektif, dinamis, efesien, dan positif yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pengajaran, guru sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta pembimbing. Sedangkan murid sebagai seseorang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pengajaran. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Berdasarkan paparan pendapat diatas, bahwa guru adalah seseorang yang mempunyai peranan sangat penting didalam kehidupan manusia, guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yanng sangat berat, terutama  dalam membangun opengmbangan potensi manusia (murid). Nana Sudjana mengutarakan bahwa “Guru adalah ujung tombak pendidikan, sebab guru secara langsung berupaya mempengaruhi, dan mengembangkan kemampuan siswa menjadi manusia yang cerdas, terampil, dan bermoral tinggi. Sebagai mana ujung tombak gurru ditruntut memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik dan pengajar”. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Selain pekerjaan guru secara umum, secara khusus guru mempunyai tugas-tugas sebagai berikut :

a.       Sebagai pengajar

Tugas khusus seorang guru dalam mengajar (intruksional), guru merencanakan program pengajaran, melaksanakan program yang telah disusun dan melaksanakan penilaiak setelah program itu dilaksanakan. Tugas tersebut tersusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang digunakan dalam kegiatan pembelajarann setiap pertemuan didalam kelas.

b.      Sebagai pendidik

Tugas khusus seorang guru sebagai pendidik (Edukator) adalah bertugas mengarahkan murid atau siswanya pada tingkat kedewasaan yanng berkepribadian sempurna.

c.       Sebagai pemimpin

Tugas khusus seorang guru sebagai pemimpin adalah mempimpin dan mengendalikan diri sendiri, peserta didik, dan masyarakat terkait, menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, partisipasi atas program-program yang dilakukan dan akan dilaksanakan. (Mardiana, 2012)

1.2  Peranan Guru Dalam Pembelajaran

Guru mempunyai peranan penting didalam pendidikan. Peranan guru  dalam meningkatkan prestasi belajar siswa merupakan peranan yang sangat penting, hal tersebut adalah salah satu indikasi keberhasilan tugas seorang guru jika mampu membimbing siswa mencapai prestasi belajarnya dengan sebaik mungkin. Guru mempunyai kemampuan yang profesional dalam mengatur kondisi dalam kelas, baik dalam mengajar mauun maupun mengarahkan siswanya. Kemampuan profesional mewujudkan bagaimana kemampuan guru dalam berinteraksi di kelas, bagaimana cara guru berkomunikasi dalam pembelajaran, cara guru dalam melakukan strategi pembelajaran dan termasuk adalah bagaimana menggunakan keimluannya dengan integrasi kemampuan konten pengetahuan, kemampuan teknologikal dan kemampuan pedagogikal sebagai profesionalitas guru (Susanto, 2021). Dari hal itulah mengapa guru mempunyai tugas yang sangat berat dan mempunyai tanggung jawab atas keberhasilan dan tercapainya hasil belajar.

Berkaitan dengan meningkatkan prestasi belajar siswanya, guru dituntut mempunyai kemampuan khusus antara lain adalah :

a.       Mengembangkan kepribadianl

b.      Menguasai landasan pendidikan.

c.       Menguasai bahan pendiddikan.

d.      Mampu menyusun program pengajaran yang baik.

e.       Melaksanakan program pengajaran.

f.       Menilai hasil proses belajar mengajar yang dilaksanakan.

g.      Mamppu menyelenggarakan program bimbingan.

Kemampuan diatas sangat diperlukan oleh guru  sebagai peranannya didalam pengajaran yang dituntut untuk mencapai keberhasilan belajar atau tujuan tertentu didalam pendidikan. Didalam pelaksanaannya pun, seorang guru berperan meningkatkan hasil belajar siswa dan meningkatkan prestasi belajar dan mampu memberikan materi kepada siswanya dengan baik sebaik-baiknya, sehingga siswa mampu belajar secara ekfektif dan efesien. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kopetensinya, karena pada dasarnya proses belajar mengajar  dan hasil belajar peserta didik sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kopetensi guru. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar peserta didik berada tingkat optimal.

Beberapa peranan yang dianggap paling dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut:

a.       Guru sebagai oragisator

Guru berperan untuk menciptakan proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secaara formal maupun secaara moral.

b.      Guru sebagai demontrator

Guru sebagai demontrator atau pengajar, guru henndaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.

Selain peranann yanng dianggap paling dominan, guru juga melakukan peranannnya dalam interaksi belajar mengajar, antara lain :

a.       Sebagai fasilitator

fasilitator artinya guru menyediakan situasi dan konddisi yang dibutuhkan oleh muridnya.

b.      Sebagai pembimbing

Guru memmberikan bimbingan kepada siswa adalam interaksi belajar agar siswa mampu belajar dengan baik, lancar dan berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang akkann dicapai.

c.       Sebagai sumber belajar

Guru memberikan informasi yang dibutuhkan siswa baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

Pelaksanaannya, peranan guru didalam interaksi belajar mengajar harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya yaitu sebagai organisator, demonstrator, fasilitator, pembimbing, motivator serta penyedia sumber belajar yang diharapkan agar siswa dapat merasakan pembelajaran yang efektif dan efesien, dan setelah mengikuti proses belajar siswa mendapatkan hasil sebaik mungkin yang ditunjukan dalam bentuk prestasi belajar yang diraih sebaik-baiknya. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

Agar suasana belajar terlaksana dengan baik, efektif dan efesien, maka ada komponen-komponen untuk menapai pembelajaran yang efektif dan efesien, seperti yang disampaikan oleh Daryanto, bahwa:

a.       Adanya tujuan pembelajaran.

b.      Adanaya bahan dan materi pembelajaran sebagai isi interakdi.

c.       Adanya metodologi sebagai alat untuk menumbuhkan proses interaksi.

d.      Adanya alat-alat bantu dan perlengkapan sebagai alat bantu proses interaksi (media pembelajaran).

e.       Adanya penilaian sebagai barometer untuk mengukur proses interaksi tersebut mencapai hasil belajar yang baik atau tidak.

Kelima komponen tersbut harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan tujuan mencapai pembelajarann yang efektif agar pembelajaran benar-benar terencana secara matang dan dapat diterapkan dengan baik-baiknya dalam selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

2.      MINAT MEMBACA

2.1 Pengertian Minat Membaca

Minat membaca merupakan aktifitas yang dilakukan dengan penuh kesadaran, ketekunan, dan kemauan dalam rangka membangun pola komunikasi dengan diri sendiri untuk menemukan maksan tulisan dan menemukan informasi-informasi untuk mengembangkan intelektualistas yang dilakukan dengan penuh perasaan senang yang timbul dari dalam diri sendiri.  (Mansyur, 2019) “minat membaca merupakan kesadaran individu untuk membaca yang berawal dari dorongan diri masing-masing yang didukung dengan lingkungan. Anak yang membaca dengan minat akan lebih memahami bacaan yang sedang dibaca, karena anak akan membaca dengan sepenuh hati, agar siswa dapat mengetahui makna bacaab dibutuhkan minat yang baik dalam membaca”. Minat membaca merupakan keinginan, kemauan dan dorongan dari diri sendiri siswa yang bersangkutan (Wijayanti, 2021)

Menurut paparan diatas minat dapat diatikan sebagai ketertarikan untuk membaca terhadap sesuatu hal dengan menaruh perhatian pada suatu pembelajaran tertentu dan disertai hasrat untuk mengetahu, mempelajari, dan membuktikannya melalui partisipasi aktif juga keinginan besar untuk membaca. Mekamuann dalam diri, serta keinginan yang tinggi untuk membaca dan didorong kesadaran serta motivasi dengan penuh kesadaran akan pentingnya membaca sangat diperlukan demi tercapainya tujuan dan hasil yang diinginkan olpembaca. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

2.2 Aspek-aspek Minat Membaca

Minat membaca tentu bukan hanya sekedar kemauan untuk membaca, tetapi juga memiliki aspek-aspek yang mendukung untuk melakukannya, aspek-aspek tersebut menurut Hariss dan Sippa dalam (Nurtika, Strategi Meningkatkan Minat Baca Pada Masa Pandemi) :

a)      Aspek kesadaran akan manfaat membaca yaitu seberapa jauh subyek menyadari, mengetahui, dan memahami manfaat membaca.

b)      Aspek perhatian terhadap membaca yaitu seberapa perhaatian dan ketertarikan subyek dalam membaca.

c)      Aspek rasa yaitu seberapa senang subyek terhadap kegiatan membaca

d)     Aspek frekuensi membacca buku yaitu seberapa sering subyek membaca buku.

Menurut (Arendra, 2016) aspek minat membaca terdiri dari beberapa antara lain :

a)      Kesadaran akan manfaat membaca

b)      Frekuensi membaca

c)      Kesenangan membaca

Berdasar paparan diatas, terdiri dari empat aspek membacca yaitu kesadaaran akan manfaaat membaca, perhatian terhadap membaca, rasa senang terhadap membaca, dan frekuensi membaca yaiitu berapa lama sering membaca buku. Sebagai instrumen penelitian, aspek-aspek membaca ini sangat cocok dalam menggali informasi tentang minat membaca siswa kelas V Sekolah Dasarr. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi minat membaca

Minat membaca siswa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari diri sendiri maupun faktor daari luar. Faktor daari dalam diri sendiri seperti kemauan, motivasi, dan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang mempengaruhi minat dalam melaksanakan sesuatu, sedangkan faktor daari luar adalah lingkungan, sosial, dan ekonomi. Menurut (S. Anjani, 2019) minat baca dipengruhi oleh faktor dalam diri siswa dan luar diri siswa. Faktor dari dalam diri siiswa meliputi perasaan, motivassi, dan perhatian, sedangkan faktor yang mempengaruhi dari luar terdiri dari peranan  guru, ;ingkungan, keluarga dan fasilitas. Seorang guru hendaknya harus mampu memberikan motivasi terhadap siswa, dan perhatian terhadap siswa secara terus-menerus.

Berdasarkan penda[pat diatas mengenai faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa, maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat membaca siswa adalah faktor dari diri sendiri(Internal) dan faktor dari luar (Eksternal). (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

2.4 Cara membangkitkan minat membaca

Seorang guru sebagai pendidik tentu mempunyai pengaruh terhadap muridnya, pengaruh tersebut berupa hasil belajar yang diikuti siswa selama mngikuti proses pembelajaran. Didalam meningkatkan minat membaca siswa tentu seorang guru harus mempunyai kekmampuan dalam menyusun strategi, cara untuk membangkitkan minat siswa untuk membaca.  Uoaya tersebut bisa dilakukan denganberbagai cara salah satunya adalah literaui. (Yusuf, 2021)menyebutkan bahwa ada beberapa cara menumbuhkan minat membaca, antara lain:

a)      Membcakan buku sejak lahir.

b)      Dorong anak untuk bercerita tentang apa yang telah didengar atau dibacnya.

c)      Ajak anak ke toko buku/perpustakaan.

d)     Beli buku yang menarik minat anak.

e)      Sisihkan unag untuk membeli buku.

f)       Tukar buku dengan teman.

g)      Hilangkan penghabat seperti televisi dan playstation.

h)      Beri hadiah (Reward) yang memperbesar semangat membaca.

i)        Memiliki kesadaran dan minat yang tingg terhadap membaca. Dan,

j)        Menyediakan waktu untuk membaca.

Dalam membangkitkan minat membaca siswa, tentu seorang gguru haarus memberikan stimulus atau ransangan kepadda siswa agar mempunyai respon atau tanggapan yang baik dari siswa. Upaya meningkatkan minat membaca siswa bisa dilakukan dengan pembelajaran-pembelajaran berbasis literasi, dengan demikian besar kemungkinan siswa akan terbiasa membaca karena pembelajaran yang menuntut siswa harus membaca. Tentu hal ini juga guru harus mempunyai kemampuan yang kreatif didalam menciptakan suasana belajara yang meenyenangkan, sehingga siswa tidak mearas bosan denganpembelajaran yang berbasis literasi. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

1.      Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini meripakan penelitian tindakan kelas (PTK) dalam penelitian tendakan kelass ini menggunakan metode kaloboratif dimana dalam penggunaan metode ini melibatkan keseluruhan baik gur , siswa, dan peneliti. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru kelas dengan menggunakan perencanaan, pelaksanaan, dan merefleksi. Desain yang digunakan dalam peneletian ini mengacu pada rancangan Kemmis dan Taggart dimana penelitian itu terdapat 4 siklus yaitu (1) perencanaan (2) tindakan (3) pengamatan (4) refleksi. Dalam keempat tahap tersebut merupakan suatu siklus atau peraturan. Pada Gambar 1.3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 3.1 Proses teliti Perlakuan Gaya Temmis dan Taggart Sumber, Kemmis, S. and Taggart, R. 1988

 

 

 

 

 

 

2.      Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Cideng 09 Kec. . Gambir dki jakarta. Jln. Komplek Cilamaya Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Subjek utama penelitian ini adalah siswa kelas V madrasah ibtidaiyah muhajirin sebanyak 18 siswa tersebut diperoleh dari siswa Kelas V dilakukan adalah membuat data dari guru kelas, dan petugas perpustakaan untuk keakuratan. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

3.      Subjek Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V di Sekolah dasar Negeri 09 Cideng guna untuk mengetahuo minat membaca siswa kelas V. setelah mengetahui maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan minat membacaa siswa kelas V tersebut. Selain kelas V maka dapat pula digunakan pada kelas-kelas yang lain agar dapat meningkatkan minat baca siswa dan lebih memahami ilmu yang sudah siberikan atau diajarkan oelh guru kelas, maupun menambah infrmasi ilmu lain dari beberaoaa sumber yang peneliti lakukan untuk terfokuskan pada siswa kelas V SD. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

4.      Jenis Tindakan

Pada penelitiaan ini melakukan proses penelitian yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Masing-masing siklus memiliki tahapan masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, refleksi tindakan. 

4.1 Tahap penelitian

a.       Perencanaan tindakan.

b.      Perencanaan bagaimana pembelajaran akan dilakukan.

c.       Menyiapkan pembelajaran.

d.      Pelaksanaan tindakan.

e.       Observasi.

f.       Pelenturan

4.2 Siklus Pertama

Kegiatan siklus pertama merupakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pembelajaran.

a.       Perencanaan

a)      Mebuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

b)      Merencanakan sarana yang ada diluar kelas.

c)      Menyiapkan beberapa pertanyaan.

b.      Pengimplemetasian Tindakan

a)      Guru membuka kegiatan belajar.

b)      Guru memberikan beberapa pandangan dan pengetahuan tentang pembelajaran

c)      Guru menyampaikan tujuan pembellajaran.

d)     Guru memberikan materi sedikit mengenai membaca serta memberikan waktu 5 menit kepadda siswa untuk membaca.

e)      Guru melakukan kegiatan dan mengajak siswa untuk membaca diluar kelas.

f)       Siswa diminta untuk melakuka kegiaatan membaca.

g)      Guru melakuka apresiasi.

h)      Guru menutup pembelajaran

c.       Observasi

Kegiatan observasi inni merupakan kegiatan mengamati belajar membaca siswa. Penelitian ini menggunakan metode Uoting Class yaitu belajar diluar kelas. Kegiatan ini dilakukan peneliti selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

d.      Refleksi

a)      Kaji pra siklus.

b)      Evaluasi belajar yang dilaksanalan dalam pra siklus.

c)      Kaji masalah yang ada pada pra siklus.

d)     Rencanakan tindakan lanjut pra siklus

4.3 Siklus Kedua

a.       Perencanaan

a)      Mebuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

b)      Mempersiapkan sumber belajar yang ada.

c)      Menyiapkan lembar observasi atau tabel wawancara.

d)     Menyiapkan lembar evaluasi.

b.      Pelaksanaan tindakan

a)      Siswa menempati tempat duduk yang sudah disediakan.

b)      Guru membuka kegiatan belajar.

c)      Guru memberikan penjelasan tentang ilmu yang diperoleh dengan membaca.

d)     Guru memberikan penjelasa tentang bagaimana pentingnya dalam minat membaca untuk menambah pengetahuan.

e)      Guru meminta siswa untuk membaca gunna untuk mengobservasi kegiatan siswa.

f)       Guru meminta siswa untuk membacca diluar kelas.

g)      Guru meminta siswa untuk belajar membaca dengan mengijinkan siswa untuk membasa satu-satu.

h)      Guru meminta sisa untuk masuk kelas serta guru memintas siswa untuk rajin membaca dengan menggunakan kegiatan yang ada di lingkungan rumah maupun tempat berada.

i)        Evaluasi pembelajaran.

j)        Penutupan.

c.       Observasi

Melakukasn kegiatan pengamatan terhadap siswa dengan melakukan pengamatan ketikas siswa belajar di dalam kelas. Observasi adalah kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh seorang peneliti atau lainnya.

d.      Refleksi

a)      Kaji Pra Siklus.

b)      Evaluasi proses belajar siklus kesatu..

c)      Buat daftar masalah pada pelaksanaan.

d)     Kesimpulan dari hasil pembelajaran.

 

5.      Teknik dan Instrumen Penelitian

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah :

a.       Observasi

Observasi adalah proses pengamatan oleh seorang peneliti atau pengamat. Dalam hal ini seorang pengamat adalah seseorang yang melakukan penelitian yang dilakukan guna untuk mengetahui beberapa informasu maupun kegiatan yang ingin diketahuo oleh peneliti. (Mardiana, 2012) (Keguruan & Ilmu, 2022)

 

 

 

6.      Intrumen penelitian

Alat penelitian adalah instrumen yang berguna bagi peleiti pada pengumpulan data untuk dapat mempermudah dalam melakukan penelitian, sehingga hasil yang didapatkan lebih mudah, teliti, dan lebih sistematis. Insturmen penelitian yang digunakan pada saat observasi pada acuan tindakan pembelajaran berbasis litersi dengan model pembelajaran outing class yang dilaksanakan yaitu :

No

Instrumen

Catatan

1

Bagaimana sarana prasarana sekolah yang digunakan sebagai penunjang peningkatan  minat membaca siswa?

 

2

Apakah sekolah melaksanakan kegiatan peningkatan minat membaca dengan pembelajaran berbasis literasi?

 

3

Bagaimana cara sekolah menerapkan literasi dalam pembelajaran?

 

4

Bagaimana cara sekolah dalam menggunakan media pembelajaran yang ada?

 

5

Bagaimana peingkatanj yang terjaddi kepada sekolah jika menerapkan literasi dalam pembelajaran.

 

Tabel Instrumen Penilaian Sekolah

No

Instrumen

Catatan

1

Apakah media yang digunakan guru dalam meningkatkan minat membaca siswa?

 

2

Apakah guru membudayakan membaca sebelum pelajaran dimulai?

 

3

Apakah guru menggunakan sarana prasarana sekolah untuk menunjang minat baca siswa?

 

4

Bagaimana peningkatan yang dilakukan siswa di sekolah selama pembelajaran?

 

5

Penggunaan sumber belajar apakah yang terdapat di dalam kelas atau di luar kelas ?

 

Tabel Instrumen Penilaian Guru

No

Instrumen

Catatan

1

Bagaimana kemampuan membacca sisa?

 

2

Metode atau model apa yang digunakan guru dalam peningkatan minat membaca  siswa?

 

3

Apakah dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis literasi dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa?

 

4

Bagaimana peningkatan membaca siswa di sekolah selama kegiatan belajar mengajar, apakah meningkat dengan pembelajaran yang telah dilakukan?

 

5

Apakah siswa menerapkan peningkatan minat yang diminta oleh guru?

 

Tabel Intrumen Penilaian Siswa

(Mardiana, 2012)(Keguruan & Ilmu, 2022)


 

Daftar Pustaka

References

Arendra, S. S. (2016). HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MINAT MEMBACA. HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN MINAT MEMBACA, 4.

HASIBUAN, S. (2021). UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA. UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA, PADANG LAWAS.

Mansyur, U. (2019). Upaya Meningkatkan Minat Membaca. Upaya Meningkatkan Minat Membaca., 87.

Nurtika, L. (Strategi Meningkatkan Minat Baca Pada Masa Pandemi). Strategi Meningkatkan Minat Baca Pada Masa Pandemi. Book Google.

S. Anjani, N. D. (2019). PENGARUH IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP MINAT BACA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD GUGUS II KUTA UTARA. PENGARUH IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH TERHADAP MINAT BACA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD GUGUS II KUTA UTARA, 75.

Susanto, R. (2021). PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESI GURU TERHADAP PENINGKATAN. PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESI GURU TERHADAP PENINGKATAN, 378.

Wijayanti, L. (2021). IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III DI SDN 10 POHGADING. IMPLEMENTASI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH UNTUK MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III DI SDN 10 POHGADING, 28.

Yusuf, A. M. (2021). HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN ULAWENG KABUTPATEN BONE. HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN ULAWENG KABUTPATEN BONE.

 

Keguruan, F., & Ilmu, D. A. N. (2022). UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN BERBASIS LITERASI PADA KELAS V UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2022.

Mardiana, N. (2012). Upaya Guru Dalam Meningkatkan. In Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (Vol. 1, Issue 1, pp. 1–88).

 Maharani, Annisa Kintan, et al. "PERKEMBANGAN GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK DI SDN VI KUALA TUNGKAL." Seminar Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin 3 (SNIPMD 3). ISBN: 978-623-6566-35-0. Vol. 3. 2020.

Maharani, A. K., Sumarni, S., Marbun, H. C. P., Sugiharta, R., & Annisa, A. (2020). PERKEMBANGAN GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK DI SDN VI KUALA TUNGKAL. In Seminar Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin 3 (SNIPMD 3). ISBN: 978-623-6566-35-0 (Vol. 3).

MAHARANI, Annisa Kintan, et al. PERKEMBANGAN GERAKAN LITERASI PEDAGOGIK DI SDN VI KUALA TUNGKAL. In: Seminar Nasional Ilmu Pendidikan dan Multi Disiplin 3 (SNIPMD 3). ISBN: 978-623-6566-35-0. 2020.

Susanto, Ratnawati, et al. "Gerakan Literasi Pedagogik Bagi Guru Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Di Sdn Duri Kepa 17 Pagi Dan Sdn Jelambar Baru 01 Pagi." vol 5 (2018): 40.

Susanto, R., Febrianti, N., Husna, N. I., Putri, A. A., Umri, C. A., Ramadhanti, D., & Dwiyanti, K. (2018). Gerakan Literasi Pedagogik Bagi Guru Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Di Sdn Duri Kepa 17 Pagi Dan Sdn Jelambar Baru 01 Pagi. vol, 5, 40.

SUSANTO, Ratnawati, et al. Gerakan Literasi Pedagogik Bagi Guru Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Di Sdn Duri Kepa 17 Pagi Dan Sdn Jelambar Baru 01 Pagi. vol, 2018, 5: 40.