Friday, March 6, 2020

HUBUNGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN RASIONAL DENGAN AKUNTABILITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH


Hadirmya sekolah begitu sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Sekolah menjadi peranan penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di Indonesia terdiri dari sekolah swasta dan sekolah negeri. Sekolah negeri adalah sekolah yang di operasikan/disediakan oleh Negara(pemerintah dengan fasilitas gratis, mulai dari kelas hingga guru di gaji oleh pemerintah untuk memberikan fasilitas kepada rakyat Indonesia. Sedangkan sekolah swasta adalah sekolah ayng di kelola oleh pihak swasta. Namun demikian, keduanya tersebut mempunyai peran yang sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Umtuk itu akuntanbilitas yang tinggi dalam mengelola pendidikan. Diantaranya adalah kemampuan-kemampuan dan komitmen mempertanggung-jawabkan semua kegiatan yang dijalankan kepada pemangku kepentingan.
Seperti yang tertera pada Undang-undang Nomonr 22 dan 55 tahun 1995 menekankan akan perlunya aspek subtantif dan fungsi menegement dalam pengelolahan pendidikan. Aspek subtantif inii mencakup teknik edukatif, personel, finansial, sarana dan prasarana, serta administrative. Sementara fungsi menegement mencakup perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan melakukan pengawasan. Kedua spek tersebut diarahkan sebagai paradigm pendidikan melalui program pengelolahan berbasis sekolah.
            Pengelolahan pendidikan tidak lepas dari tanggung jawab kepala sekolah. Kepala sekolah menjadi kunci utama dalam mencapai hasil dari tujuan sekolah. Kepala sekolah memiliki tantangan yang cukup besar yang di hadapkan dan ditanggungjawabkan untuk mengelola dan memberdayakan berbagai potensi dan sumber daya untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan dari masing-masing sekolah baik di sekolah swasta maupun sekolah negeri. Selain itu banyak hal yang harus bisa dilakukan oleh kepala sekolah. Salah satunya adalah pengambilan keputusan secara rasional. Mengingat betapa besarnya tantangan yang dihadapi oleh sekolah baik tantangan internal dan juga tantangan rasional, maka sebuah organisasi perlu mempelajari kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan di era sekarang dan masa yang akan datang.
            Dalam organisasi formal terjadi adanya hubungan antara seorang menager dan bawahan. Hubungan tersebut dibentuk melalui delegasi, yaitu perwakilan atau utusan dengan proses penunjukan secara langsung ataupun musyawarah untuk mengutusnya menjadi salah satu perwakilan suatu kelompok atau lembaga. Laurie J. Mullins mengungkapkan bahwa “ Delegation means the conferring of specified authority by a hinger authority. In its essence it involves a dual responbillty. The one to whom authority is delegated becomes responsible to the superior for doing the job, but the superior remains responsible for getting the job done. The principle or delegation is the centre of all processes in formal organization (Susanto, 2016)
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa akuntanbilitas merupakan sikap manager dalam melakukan upaya ata tindakan ke-wenangannya agar bawahan melakukan pekerjaannya. Akuntanbilitas dikatakan sebagai tanggung jawab utama seorang manager kepada superior untuk tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Dan tanggung jawab ini mutlak tidak dapat dipindahkan kembali kepada bawahan.
            Didalam sebuah oragnisasi secara umun dilakukan pengambilan keputusan secara rasional, artinya sebuah keputusan yang di ambil secara benar dan pada waktu yang tepat. Pengambilan keputusan merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi, hal ini dilakukan untuk menunjukan ketegasan serta kualitas sebuah organisasi dalam menunjukan existensinya dalam lingkungan social di masyarakat. Menurut Ratnawati Susanto Pengambilan keputusan sediri terbagi menjadi beberapa kemlompok yaitu, a) keputusan operasional; biasanya efek jarak pendek dan bersifat rutin, b) keputusan praktis; biasanya efek jangka menengah dan non rutin, c) keputusan strategi; biasanya dengan efek jangka panjang mengenai arah dan tujuan organisasi.(Susanto, 2016)
Pengambilan keputusan memiliki hubungan yang terkait dengan pengambilan sebuah keputusan secara rasional. Hal tersebut dapat dilihat makin tingginya pengambilan keputusan rasional, maka semakin tinggi pula akuntabilitas.

Susanto, R. (2016). Hubungan Pengambilan Keputusan Rasional Dengan. Research, 2(1), 22–39. https://doi.org/10.1016/j.ccr.2014.06.028